Friday, October 31, 2008

kerinduan yang tiba-tiba

tiba-tiba..
aku sangat merindukannya...

he's my lovely uncle..
His name is Pitra Jahja Pieter.
Entah kenapa pagi ini tiba-tiba aku ingat beliau.

oh iya, biar kujelaskan sedikit saja. Jadi Beliau adalah kakak ipar dari Ibuku.
Beliau mempunyai dua orang anak. Salah satu anaknya adalah sepupuku yang bernama Aji, kami sangat akrab.

Back to him,
Pakde Pieter, the way i call him, is one of my best pakde.
We were so close. He always took me everywhere he took his children.
He oftenly said that he had 3 children instead of 2, yep, the third one is me.

Pakde adalah seorang anggota ABRI (pada masa itu namanya masih ABRI).
Pada masa genting di Aceh, dia diangkat menjadi Ketua Mahkamah Militer (KaMahMil) di Aceh.
Kami semua selalu khawatir apabila ia sedang berada di sana, karena tidak dapat dipungkiri, dia adalah musuh semua pihak 'pengacau' dengan jabatannya. Sebagai ABRI, beliau musuh para GPK (gerakan Pengecau Keamanan). Sebagai KaMahMil, beliau musuh bagi para anggota militer yang melakukan pelanggaran.

Aku sangat bangga dengan beliau, bukan karena jabatannya, ataupun kekayaannya. Aku sangat bangga dengan kejujurannya. Bagaimana tidak, sebagai Kemahmil, bagaimana kesejahteraan hidup yang kalian bayangkan? Aku tak tahu apapun yang kalian bayangkan. Yang jelas, ia hidup sangat 'sejahtera'. Sebagai Kamahmil, ia tidak memiliki mobil selain mobil dinas. Sebagai Kamahmil, dia bahkan tidak memiliki rumah..
Ya, saat itu, ia tidak memiliki rumah dan tinggal di sebuah rumah kontrakan bersama keluarganya. Walaupun begitu, mereka (kami) sangat bahagia. Percayalah!

Itu yang membuat aku bangga terhadapnya, sebagai hakim, bahkan sampai menjadi Kamahmil, ia sangat jujur, bisa dibilang anti korupsi, bahkan anti suap. Hasilnya, mereka hidup dalam kesederhanaan, namun mereka sangat bahagia.

Yang membuat aku merindukannya??
Entahlah, aku tiba-tiba saja teringat saat-saat kami makan bersama.
Hmm.. kedua sepupuku pasti sangat merindukannya.
Ayahku juga menyayangi kedua sepupuku.
Tapi, pasti mereka tetap merindukan Papa mereka.
Papa Piet yang baik..

Papa Piet..
aku merindukanmu..

No comments: